E-Madvanture (E-Mading Advanture) Edisi Agustus: Tokoh Inspiratif


 Deskripsi Lengkap Profil dan Karir

Biodata Singkat

 * Nama Lengkap: Dr. (H.C.) Ir. Hj. Tri Rismaharini, M.T.

 * Tempat, Tanggal Lahir: Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961

 * Pendidikan: Sarjana (S1) Arsitektur dan Magister (S2) Manajemen Pembangunan Kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Perjalanan Karier

Ibu Risma memulai kariernya dari bawah sebagai seorang birokrat (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya sejak era 1990-an.

 * Kepala Dinas: Kariernya mulai bersinar saat beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya. Di masa ini, beliau mulai mengubah wajah Surabaya dengan memperbanyak taman kota.

 * Wali Kota Surabaya (2010–2020): Beliau terpilih sebagai wali kota perempuan pertama di Surabaya. Selama satu dekade kepemimpinannya, Surabaya meraih ratusan penghargaan bergengsi tingkat nasional maupun internasional (seperti ASEAN Environmentally Sustainable City Award).

 * Menteri Sosial RI: Pada 23 Desember 2020, beliau dilantik menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia, membawa gaya kepemimpinan lapangannya ke tingkat nasional untuk menangani isu-isu kesejahteraan sosial dan kebencanaan.

Nilai-Nilai yang Patut Diteladani

Sosok Ibu Risma sangat melekat dengan gaya kepemimpinan servant leadership (kepemimpinan yang melayani). Berikut adalah poin-poin utama yang bisa diteladani dari beliau:

1. Kepemimpinan Berbasis Lapangan (Hands-On)

Ibu Risma mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak seharusnya hanya duduk di belakang meja. Beliau selalu memantau kondisi secara langsung, mulai dari ikut memungut sampah, mengatur lalu lintas yang macet, hingga siaga di lokasi saat terjadi bencana seperti kebakaran atau banjir. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami masalah secara langsung dari akar rumput.

2. Ketegasan yang Didasari Empati

Beliau dikenal sangat tegas, disiplin, dan tidak ragu menegur bawahannya yang lambat melayani masyarakat. Namun, ketegasan itu berakar pada empati yang tinggi terhadap warganya. Keberaniannya menutup kawasan lokalisasi Dolly adalah bukti nyata; meski ditentang banyak pihak, beliau mengambil risiko tersebut demi menyelamatkan masa depan anak-anak yang tumbuh di lingkungan tersebut dan mengubahnya menjadi kawasan produktif.

3. Kepedulian pada Isu Kemanusiaan dan Pendidikan Anak

Baik sebagai Wali Kota maupun Mensos, Ibu Risma selalu memberikan perhatian ekstra kepada kelompok rentan: anak-anak, penyandang disabilitas, lansia, dan warga miskin. Beliau meyakini bahwa lingkungan kota dan negara harus ramah serta memberikan perlindungan maksimal bagi pertumbuhan generasi penerus.

4. Inovasi dan Eksekusi yang Cepat

Sebagai seorang dengan latar belakang tata kota, beliau visioner. Tidak hanya merencanakan, beliau mengeksekusi visi tersebut dengan cepat. Penerapan e-government di Surabaya, pembangunan sistem peringatan dini (Command Center 112), hingga pemanfaatan lahan kosong menjadi ruang terbuka hijau adalah bukti bahwa ide harus dibarengi dengan aksi nyata yang solutif.

5. Etos Kerja Tanpa Lelah dan Integritas

Etos kerjanya sangat tinggi. Beliau sering kali mulai bekerja sejak subuh dan baru selesai larut malam. Dedikasi penuh waktu ini merupakan bentuk integritas yang menunjukkan bahwa amanah yang diemban adalah sebuah tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan segenap tenaga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Madvanture (E-Mading Advanture) Edisi Juni: Berita Acara PAPEDA

E-Madvanture (E-Mading Advanture) Edisi Oktober: EXCELSIOR 2025