UM MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H BERSAMA KELUARGA DI RUMAH
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Universitas Negeri Malang (UM) dihiasi suasana haru dan bahagia. Rektor, Ketua Senat Akademik Universitas, jajaran pimpinan beserta pendamping, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa bersiap merayakan momen suci ini bersama keluarga di rumah masing-masing. Bagi sebagian besar mahasiswa yang merantau dari berbagai daerah, Idul Fitri menjadi kesempatan emas untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan sanak saudara. Namun, terdapat pula mahasiswa yang memilih untuk tidak pulang ke daerah asal karena berbagai pertimbangan.
Mengantisipasi ketersediaan tiket kereta api yang terbatas pada tanggal libur resmi 5 April 2024, sebagian mahasiswa bahkan memulai perjalanan pulang lebih awal. Bagi mereka yang tak berhasil mendapatkan tiket kereta, bus menjadi pilihan alternatif untuk pulang ke kampung halaman. Sementara itu, mahasiswa yang berasal dari luar Jawa Timur, seperti Kalimantan, NTB, Sulawesi, dan Sumatera, lebih memilih menggunakan pesawat terbang. Sedangkan yang berasal dari Bali cenderung menggunakan kapal laut. Namun, kebanyakan mahasiswa yang berasal dari sekitar Jawa Timur lebih memilih naik kereta api untuk pulang merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Momen bahagia ini diabadikan melalui pembagian foto dan video di media sosial, menggambarkan kehangatan berkumpul dengan keluarga bagi yang pulang ke kampung halaman. Sementara mahasiswa yang tidak pulang ke daerah asal, mereka merayakan Idul Fitri di Masjid Al Hikmah UM bersama teman-teman yang memilih untuk tetap di Malang.
Eid Mubarak
Hari Raya Idul Fitri, atau yang juga dikenal sebagai Lebaran, merupakan salah satu momen paling penting dalam kalender Islam. Merayakan akhir dari bulan puasa Ramadhan, Idul Fitri adalah waktu untuk bersyukur atas kesabaran, kekuatan spiritual, dan pengorbanan selama bulan suci tersebut. Namun, dibalik kegembiraan dan tradisi meriah, terdapat sejarah yang kaya dan beragam yang melandasi perayaan ini.
Idul Fitri memiliki akar yang dalam dalam tradisi Islam. Menurut tradisi, puasa Ramadhan dimulai pada tahun kedua Hijriah setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan diwajibkan bagi umat Muslim yang telah mencapai usia pubertas, kecuali bagi mereka yang memiliki alasan medis atau keadaan tertentu yang memungkinkan mereka untuk tidak berpuasa.
Sejarah Idul Fitri juga terkait erat dengan peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Pada hari pertama bulan Syawal, Nabi Muhammad SAW mengumumkan perayaan Idul Fitri sebagai hari raya besar umat Islam setelah selesai menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Hal ini ditandai dengan shalat Idul Fitri yang dilakukan secara berjamaah di lapangan terbuka atau masjid, diikuti dengan khutbah atau ceramah yang menekankan nilai-nilai persaudaraan, keadilan, dan kebersamaan.
Selain aspek religiusnya, Idul Fitri juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Selama bulan Ramadhan, umat Muslim diberikan kesempatan untuk menahan diri dari makan, minum, dan perilaku buruk lainnya sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri. Di samping itu, bulan Ramadhan juga merupakan waktu untuk meningkatkan kepedulian sosial, seperti memberikan sedekah kepada yang membutuhkan dan berbagi makanan dengan sesama. Perayaan Idul Fitri menjadi momentum untuk memperkuat tali persaudaraan, memperbaiki hubungan yang retak, dan menyatukan keluarga dan komunitas.
Tradisi Idul Fitri bervariasi di berbagai belahan dunia, tetapi umumnya melibatkan shalat Idul Fitri, kunjungan ke makam leluhur, berkumpul dengan keluarga besar, dan berbagi makanan lezat dalam suasana kebahagiaan dan kebersamaan. Di banyak tempat, tradisi memberikan "zakat fitrah" juga menjadi bagian penting dari perayaan ini, di mana umat Muslim memberikan sumbangan kepada mereka yang kurang beruntung untuk membantu mereka merayakan Idul Fitri dengan layak.
Di tengah modernisasi dan globalisasi, tradisi Idul Fitri terus berkembang dan berubah sesuai dengan konteks budaya dan sosial masyarakat Muslim di seluruh dunia. Namun, nilai-nilai kesederhanaan, keramahan, dan kebersamaan tetap menjadi inti dari perayaan ini, mengingatkan umat Islam akan pentingnya menghargai hubungan antarmanusia dan menjaga solidaritas sosial di tengah tantangan zaman.
Sebagai penutup, Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang merayakan akhir dari puasa Ramadhan, tetapi juga tentang merayakan persatuan, keberagaman, dan kasih sayang dalam komunitas umat Muslim. Dalam semangat toleransi dan saling menghormati, perayaan Idul Fitri membawa pesan universal perdamaian, cinta, dan kebahagiaan kepada seluruh umat manusia.
Sarana dan Prasarana yang tidak memadai
.jpeg)
Permasalahan sarana dan prasarana pendidikan yang tidak memadai adalah salah satu permasalahan yang sering terjadi. Banyak sekolah maupun perguruan tinggi di Indonesia mengalami masalah sarana yang tidak memadai seperti bangunan yang rusak, kurangnya media pembelajaran, ketersediaan buku di perpustakaan tidak mencukupi, dan laboratorium tidak memadai. Bahkan saat ini masih ada sekolah yang belum memiliki bangunan sekolah sendiri, tidak memiliki perpustakaan, laboratorium, dan berbagai fasilitas lainnya. Proses pembelajaran akan lebih efektif jika didukung oleh sarana dan prasarana yang baik. Sarana dan prasarana sekolah harus memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh pemerintah karena hal ini berpengaruh proses pembelajaran. Berdasarkan peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah harus merencanakan pengadaan sarana dan prasarana yang memadai agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. Namun kenyataannya masih terdapat beberapa sekolah yang belum memenuhi standar nasional dalam hal sarana dan prasarana. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran menjadi tidak optimal dan menghambat tercapainya tujuan pendidikan.
Menangani masalah sarana dan prasarana pendidikan yang tidak memadai memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta. Berikut beberapa solusi yang dapat diambil :
- Alokasi Dana yang Memadai : Pemerintah perlu mengalokasikan dana yang cukup untuk memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Dana tersebut harus digunakan secara efisien dan transparan, dengan memprioritaskan sekolah yang membutuhkan perbaikan terutama yang berada di daerah-daerah terpencil atau berpenghasilan rendah.
- Peningkatan Pengawasan dan Pengendalian: Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan dana pendidikan untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan. Sistem pengendalian dan pelaporan yang transparan perlu diterapkan untuk memonitor penggunaan dana pendidikan secara efektif.
- Kemitraan dengan Swasta dan LSM: Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah dapat membantu meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Perusahaan swasta dapat memberikan sumbangan dana atau bantuan dalam bentuk infrastruktur fisik, peralatan pembelajaran, atau program bantuan lainnya. LSM juga dapat membantu dalam menggalang sumber daya dan memberikan dukungan teknis untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan.
- Program Peningkatan Kualitas Guru dan Tenaga Kependidikan: Selain memperbaiki sarana dan prasarana fisik, penting juga untuk meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Pelatihan reguler, pengembangan kurikulum, dan dukungan profesional dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.
- Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberhasilan sistem pendidikan. Program sukarelawan, dana sumbangan dari masyarakat, dan kegiatan partisipatif lainnya dapat membantu memperbaiki dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan.
- Inovasi Teknologi: Pemanfaatan teknologi, seperti e-learning, video pembelajaran, atau aplikasi pendidikan, dapat menjadi solusi tambahan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana fisik. Dengan memanfaatkan teknologi, akses terhadap pembelajaran dapat diperluas tanpa tergantung pada infrastruktur fisik yang mahal.
Informasi Lomba
1. Lomba cerpen & feature
Tautan pendaftaran :
Lomba cerpen
2. Lomba Poster, UI/UX, konten kreatif,
Business case
3. Lomba LKTI, film pendek, orasi, media pembelajaran
Analytical Synthesis
Analytical Synthesis ini adalah agenda divisi Pengetahuan dan Keilmuan. Pada agenda ini dilakukan bedah jurnal, seperti apa yang harus diperhatikan untuk membuat jurnal, apa saja yang perlu ditambahkan pada jurnal, dan yang lainnya seputar tentang literasi (jurnal, essay, dll), agenda ini juga dilaksanakan secara online dan juga offline dikampus 2. Agenda ini dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi para mahasiswa S1 PGSD baik kampus 1 ataupun kampus 2 loh.
Tak kalah menarik narasumber yang diundang untuk mengisi materi ini ialah bu Khusnul Khotimah atau dosen impian para mahasiswa. Setiap hari Jumat pada pukul 13.00 Agenda Analytical synthesis ini diadakan, eits tapi bukan berarti setiap minggunya, melainkan 2 minggu sekali di hari Jumat, maka dari itu, yang laki-laki boleh untuk bergabung, karena setelah sholat jumat alangkah baiknya kita melanjutkan dengan menimba ilmu.
HALAL BIHALAL HMD PGSD FIP UM 2024
Kegiatan Halal Bi Halal merupakan momen yang dinanti-nanti setelah bulan Ramadan usai. Masyarakat Indonesia, dengan keberagaman budaya dan agamanya, merayakannya sebagai waktu untuk bersilaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Tradisi ini tidak hanya melibatkan keluarga dekat, tetapi juga tetangga, teman, dan kolega.
Melalui kegiatan ini, orang saling bermaafan, bertukar canda, dan berbagi kebahagiaan. Tidak hanya sebagai ritual sosial, Halal Bi Halal juga memiliki makna yang dalam dalam Islam. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan kehadiran Halal Bi Halal, diharapkan hubungan antarindividu dan antarkelompok semakin kokoh. Kesempatan untuk saling memaafkan dan mempererat ikatan persaudaraan di tengah keberagaman merupakan salah satu kekuatan besar masyarakat Indonesia. Karena itulah yang mendasari HMD PGSD FIP UM untuk mengadakan kegiatan Halal Bihalal yang berada di kampus 2 UM dengan seluruh anggota pengurus HMD PGSD FIP UM.
Technical Meeting Lomba GEC 2024
Agenda Technical Meeting Lomba GEC 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (HMD PGSD FIP UM) merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan para peserta menuju kompetisi yang bergengsi ini. Dalam rangkaian pertemuan ini, HMD PGSD FIP UM berkomitmen untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta mengenai segala aspek yang terkait dengan lomba GEC 2024. Mulai dari pemahaman mendalam tentang aturan main, teknis pelaksanaan, hingga evaluasi terhadap persiapan yang telah dilakukan.
Melalui sesi ini, para peserta tidak hanya diberikan pembaruan terkini mengenai peraturan dan tata cara pelaksanaan lomba, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan pihak penyelenggara. Hal ini diharapkan dapat membantu peserta dalam mempersiapkan diri secara optimal dan mengatasi setiap tantangan yang mungkin dihadapi. Selain sebagai forum teknis, Agenda Technical Meeting ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan dengan sesama peserta. Kolaborasi antarpeserta dalam memperkuat persiapan serta semangat kompetisi yang terjalin di dalamnya diharapkan dapat menjadi modal berharga dalam menghadapi lomba GEC 2024. Dengan demikian, Agenda Technical Meeting Lomba GEC 2024 yang dilaksanakan oleh HMD PGSD FIP UM tidak hanya menjadi langkah awal dalam persiapan menuju kompetisi, tetapi juga menciptakan momentum penting bagi peserta untuk memasuki kompetisi dengan semangat yang membara dan prestasi yang menginspirasi.
DEPRESI SKIZOFREN DAN APA PENYEBABNYA?
Depresi adalah gangguan mood yang umum dan serius yang dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik. Gejala depresi dapat bervariasi dari orang ke orang, tetapi beberapa gejala yang paling umum diantaranya perasaan sedih yang selalu muncul, hilangnya minat pada beberapa aktivitas, perubahan nafsu makan, kesulitan tidur dan tidur yang cenderung berlebihan, selalu merasa bersalah. muncul pikiran bunuh diri dan kematian.
Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Orang dengan skizofrenia mungkin mengalami halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata), delusi (keyakinan yang salah yang tidak sesuai dengan kenyataan), dan pemikiran yang tidak terorganisir. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan berbicara, mengendalikan emosi mereka, dan melakukan tugas sehari-hari. Para ilmuwan percaya bahwa penyebabnya adalah kombinasi dari faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikologis.
- Faktor Genetik : Para ilmuwan telah mengidentifikasi beberapa gen yang terkait dengan depresi. Gen-gen ini tidak secara langsung menyebabkan depresi, tetapi mereka dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap kondisi tersebut. Hal ini biasanya dapat terjadi apabila memiliki anggota keluarga dengan depresi atau skizofrenia. Penelitian menunjukkan bahwa risiko depresi pada anak kembar identik sekitar 60%, sedangkan pada anak kembar non-identik sekitar 30%.
- Risiko skizofrenia pada anak kembar identik sekitar 48%, sedangkan pada anak kembar non-identik sekitar 5%. Para ilmuwan telah mengidentifikasi banyak gen yang terkait dengan skizofrenia. Gen-gen ini tidak secara langsung menyebabkan skizofrenia, tetapi mereka dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap kondisi tersebut. Faktor lingkungan, seperti paparan virus atau stres selama perkembangan otak, kemudian dapat memicu skizofrenia pada orang yang memiliki gen-gen ini.
- Faktor Biologis : kelainan pada otak, seperti ketidakseimbangan neurotransmiter atau struktur otak abnormal, dapat meningkatkan risiko depresi dan skizofrenia. Infeksi virus atau bakteri juga dapat berperan dalam perkembangan gangguan mental. Penyalahgunaan zat dan paparan racun juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental.
- Faktor Lingkungan : memperburuk depresi dan skizofrenia. Stres dapat berasal dari berbagai sumber dapat dilihat dari cara seseorang berpikir dan berperilaku, trauma masa kanak-kanak, seperti pelecehan atau pengabaian, dapat meningkatkan risiko depresi dan skizofrenia di kemudian hari. Trauma dapat menyebabkan perubahan pada otak yang membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan mental. Keyakinan dan delusi yang salah dapat meningkatkan risiko skizofrenia
- Faktor Psikologis : cara seseorang berpikir dan berperilaku dapat meningkatkan risiko depresi dan skizofrenia.Pola pikir negatif dan mekanisme koping yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko depresi.Keyakinan dan delusi yang salah dapat meningkatkan risiko skizofrenia.
Meskipun depresi dan skizofren adalah salah satu gangguan mental yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, kita bisa melihat beberapa langkah yang dapat mengurangi resiko dan meningkatkan kesehatan mental kita anatara lain, tidur yang cukup, olahraga yang teratur, makan makanan yang sehat, selalu berpikir positif dan selalu mencari bantuan profesional agar tidak terjadi hal yang diinginkan.
Komentar
Posting Komentar