Mahasiswa PGSD Lolos PIMNAS?, Kenapa tidak???
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)-PIMNAS adalah ajang bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan potensi yang dimiliki selama perkuliahan kepada masyarakat luas, agar mahasiswa memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat diterapkan, dikembangkan, dan disebarluaskan dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian, serta memperkaya budaya nasional. Adapun manfaat PKM bagi mahasiswa antara lain: mengasah kreativitas, mengasah kemampuan menulis, menyampaikan serta menuangkan ide, mendapat pengalaman, membangun relasi, dan dapat menjadi individu yang unggul, kompetitif, adaptif, fleksibel, produktif, dan berdaya saing. Secara garis besarnya PKM dikelompokkan jadi 2, yaitu:
PKM Pendanaan, yang terdiri dari 8 bidang
PKM-RE (Riset Eksakta),
PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora),
PKM-K (Kewirausahaan),
PKM-PM (Pengabdian Masyarakat),
PKM-PI (Penerapan IPTEK),
PKM-KC (Karsa Cipta),
PKM-KI (Karya inovatif),
PKM-VGK (Video Gagasan Konstruktif).
PKM Insentif , terdiri dari 2 bidang:
PKM-AI (Artikel Ilmiah),
PKM-GFT (Gagasan Futuristik Tertulis).
Sementara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) adalah kegiatan puncak PKM serta pertemuan nasional perwujudan kreativitas dan penalaran ilmiah mahasiswa yang terjadwal secara akademik oleh perguruan tinggi dalam meningkatkan budaya kompetisi akademik dan unjuk prestasi di kalangan mahasiswa. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan tahap terakhir dari pelaksanaan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan sebagai wadah bagi mahasiswa peserta untuk mempresentasikan dan saling berkomunikasi melalui produk kreasi intelektual berskala nasional. Untuk tahun 2023 kali ini diselenggarakan bsi Universitas Padjadjaran.
Tujuan pelaksanaan PIMNAS adalah:
Menjadi media dan sarana komunikasi mahasiswa seluruh Indonesia.
Membuka peluang bagi pengembangan potensi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah.
Mempertajam wawasan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Meningkatkan posisi tawar mahasiswa di dunia kerja atau masyarakat.
Penetapan Peserta PIMNAS berdasarkan hasil penilaian oleh Tim Penilai dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia yang memenuhi kriteria tertentu. Tim yang memenuhi kriteria tersebut diusulkan kepada Pusprenas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi sebagai peserta PIMNAS.
Ahmad Sofirin merupakan salah satu mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang yang lolos menjadi peserta PIMNAS 36 bersama 4 rekan lainya yang berasal dari fakultas lainnya yaitu Fakultas Psikologi dan Fakultas Sastra. Para mahasiswa hebat ini menekuni PKM RSH dengan topik “Pembunuhan” yang berjudul “ Manusia dengan Naluria animalia: Menguak agresivitas brutal pelaku pembunuhan ditilik dari ketidak seimbangan struktur mental (Province of the mind)”. Tahap seleksi sesuai dengan kemendikburistek yang pertama pengajuan proposal di tingkat prodi terus naik ke fakultas lolos masuk ke univ dan ada seleksi PKP2 dan lolos Pimnas. Para mahasiswa tersebut untuk saat ini sedang mempersiapkan yang terbaik untuk PIMNAS kali ini, yaitu seperti latihan, presentasi , revisi , review dari dosen atau juri PIMNAS, Q&A, dan tanya jawab presentasi (terus menjelang Pimnas).
“ Jarak karena 2 anggota merupakan mahasiswa akhir yang harus magang di luar kota Malang.Terus hambatan bagi yang non psikologi untuk memahami materi karena jauh dari bidang kami. Kami awalnya tidak tahu kalau lolos karena posisi tim sedang sakit semua tidak sempat cek. Alhamdulillah perasaan setelah 2 hari setelah pengumuman senang karena perjuangan yang berat dan harus menghadapi pihak narapidana pembunuhan. “ ujar Ahmad Sofirin mengenai hambatan dan perasaannya dapat lolos ke PIMNAS.
Komentar
Posting Komentar